Fenomena pekerja sekskomersial (PSK) semakin menjadi-jadi, akhir-akhir ini publik diramaikan dengan
fenomena “Docil” atau dongdot cilik yang juga berarti PSK Bocah. Menurut
penelusuran berdasarkan informasi dari beberapa sumber, jika di perkotaan Docil
bisa sangat susah didapatkan, dan juga mesti melalui mucikari, berbeda dengan
Docil yang ada di pesisir, docil bisa dengan sangat mudah didapatkan tanpa
perlu pihak ketiga dan juga tidak begitu sulit untuk ditelusuri.
Disalah satu tempat
prostitusi di Kecamatan Rengasdengkklok, tepatnya di dekat lokasi wisata
Pantai, terdapat sebuah tempat lokalisasi yang menjajakan tubuh-tubuh remaja di
bawah umur.
Bunga (Nama samaran)
salahsatu PSK di lokalisasi tersebut ketika dimintai keterangan oleh Pilar.in,
mengatakan bahwa tempat tersebut memang tidak seperti tempat lokalisasi, tapi
seperti pemukiman biasa. Bunga yang berusia 15 tahun, mengatakan bahwa dirinya
bersama orangtuanya di tempat lokalisasi tersebut.
“Iya sama orangtua,
orangtua juga udah tau,” jelasnya
Dirinya mengaku kesulitan
secara ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dirinya terpaksa menjadi
Docil Pesisir. Bunga yang tidak lulus SLTA tersebut juga mengatakan bahwa di
tempat lokalisasi tersebut tidak perlu nyari mucikari, ketemu bisa langsung
pake ditempat.
Tidak seperti Docil di
perkotaan yang menerapkan tarif ratusan ribu hingga jutaan, Docil Pesisir
mematok tarif puluhan ribu sampai ratusan ribu.

0 komentar:
Post a Comment